Perjuangan Pedagang Jajanan SD Lewati Terpaan Pandemi Covid-19
LOMBOK TENGAH,NTB - Pandemi Covid-19 ternyata tak hanya membuat orang sakit dan perusahaan-purasahaan besar harus memberhentikan pegawainya.
Pandemi merambah hingga ke desa-desa, hingga pedagang kecil sekelas usaha rumah tangga juga harus banting setir ke usaha yang lain.
Begitulah yang terjadi di Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB pada saat pandemi covid-19 tahun 2020 -2021 lalu melanda seluruh negeri, bahkan menyelimuti dunia.
Inaq Rakmah, 30 tahun salah seorang Warga Desa Montong Ajan, harus meninggalkan usahanya yang telah bertahun-tahun ditekuninya. Yakni berjualan jajanan anak-anak di Sekolah Dasar (SD) setempat.
"Jualan jajan untuk anak-anak SD, usaha yang saya tekuni sejak dulu,"tutur Inaq Rakmah, senin 30/5/2022, ditemui di kediamanya.
Namun sayangnya lanjut Inaq Rakmah, saat pandemi mulai merajalela dan anak-anak dilarang sekolah oleh pemerintah, dirinya-pun libur jualan sebagaimana anak-anak sekolah juga mulai libur.
Hal itu imbuh Inaq Rakmah, tentu saja mempengaruhi usahanya berjualan yang hanya berharap pembeli dari anak-anak yang sekolah tersebut.
"Karena sasaran jualan saya anak-anak sekolah, saat anak-anak sekolah libur entah sampai kapan, siapa yang akan membeli?"ucap Inaq Rakmah.
Praktis sejak kejadian itu, agar dapur tetap mengepul dan penghasilan tetap ada untuk sekedar membiayai hidup serta ibadah, Inaq Rakmah putar otak dan banting setir menjual sembako.
"Hingga sekarang, akhirnya saya jualan sembako berupa beras dan lain-lain di rumah dan tidak lagi berjualan di SD,"tambah Inaq Rakmah.
Beruntung, untuk membiayai sekolah salah satu anaknya yang paling kecil, ada anaknya yang bekerja di Malaysia yang selalu membantunya dalam memenuhi kebutuhanya.
Apa yang dialami Inaq Rakmah, rupanya dialami juga oleh Warga Desa Montong Ajan lainya, ia adalah Papuk Idok 45 tahun yang keseharianya juga berjualan jajanan di SD setempat.
Namun Papuk Idok bisa bertahan tanpa berjualan selama anak-anak sekolah libur sekolah saat pandemi melanda.
"Alhamdulillah, begitu pandemi mereda dan anak-anak SD mulai masuk sekolah walau masuknya bergiliran, saya kembali berjualan lagi di sekolah,"tutur Papuk Idok.
Wanita paruh baya ini mengaku sempat ketar ketir dan khawatir bila pandemi akan terus terjadi dalam waktu yang lama. Dan ia merasa lega, setelah baru-baru ini presiden mengumumkan kalau masker sudah boleh dilepas ditempat umum dan terbuka.
"Semoga saja pandemi ini benar-benar berakhir dan kondisi kita dan negara kita kembali ke kondisi sediakala hingga anak-anak terus masuk sekolah, jualan jabis,"harap Papuk Idok.
Baiq Inaq Rakmah, Papuk Idok dan warga Desa Montong Ajan lainya, saat pandemi covid-19 tahun 2020 hingga 2021 lalu merasa berayukur karena pemerintah membantu mereka melewati masa-masa sulit tersebut.
Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, menyalurkan bantuan yang merupakan program pemerintah baik Pemerintah Pusat Pemerintah Provinsi, Kabupaten hingga desa.
"Para pedagang jajanan sekolah dan pedagang biasa, merupakan salah satu kelompok masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dan layak untuk memperoleh bantuan,"kata Ilham Nasrullah S.P, yang saat pandemi itu, menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) di Montong Ajan.
Ditemui di kediamanya pada senin 29/5/2022, Mantan Kades Montong Ajan ini lebih jauh menyampaikan, kedua pedagang tersebut hanya sebagian kecil contoh warganya yang terdampak covid-19.
Ia bersyukur, kini setelah pandemi covid-19 mulai mereda dan diharapkan akan berlalu, kedua warganya itu masih terus menekuni usaha jualanya masing-masing dibawah bimbingan dan dukungan Pemdes dengan Kades yang saat ini menjabat. (Diliput dan ditulis oleh: Baiq Yuniar Andriani, Mahasiswa UNU NTB)

Komentar
Posting Komentar